Langsung ke konten utama

hello kity punya siapa sih

Herman.

Sampai sekarang dalam benak saya, yang namanya hello kity itu identik sama anak-anak dan kaum hawa. nah beberapa waktu lalu, eh si bos, dapat pesanan komponen sangkar yang gambarnya hello kity. wohhaaa!!

Jelas dua kutub dunia yang berjauhan. satunya sangkar, itu masuk dunia perburungan yang off course, laki-laki punya. Lalu hello kity, ada ya cowok suka sama ikon kucing imut nan menggemaskan ini. yayaya... inilah faktanya.



Jadi penasaran nih, tar saya interview pemesannya deh, yang suka hello kity itu cowok normal atau jadi-jadian... hahaha... Atau jangan-jangan malah ceweknya yang suka, dosa kan kalau saya suudzon duluan. ampun...ampun Gusti... just can't stop my curiousity

Ini yang namanya tebok, alas buat sangkar burung lovebird. Nah, gambar hello kitynya mau ditempelin di kaki-kaki (jumlahnya 3) sama bagian bawah.
Well, back to hello kity, secara saya yang dari kecil gengsi kalau main boneka ini, jujur tidak terlalu ngefans sama si hello kity ini. Lucu sih gambarnya, tapi ga sampai harus punya koleksi lengkap atau download semua tentang hello kity ini. Saya ini aslinya feminin, gerlie, sukanya pinky-pinky, (ciee...ciee... ngakunya) tapi beneran enggak soal boneka, en segala yang berbau kemayu-kemayuan. say no!

Banyak orang yang mungkin melihat saya ini judes, ga feminin blasss. Ya, setidaknya itu kesan yang didapat suami waktu pertama ketemu, ta'arufan ceritanya. Lha, hermannya, kok doski mau sama saya, wohhhaa... rahasia Ilahi, saya juga enggak tahu alesannya mau sama saya! tapi walau begitu, doakan kami SAMARA selalu ya, syukur ada unsur terakhirnya, SAMARA DA.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

me time, yuk

Melakukan hobi atau kesenangan itu akan membawa hiburan tersendiri di tengah kesibukan sehari-hari, baik yang bekerja di kantor, mengelola bisnis, atau mengurus rumah tangga. Semuanya perlu relaksasi. Caranya yaitu dengan meluangkan waktu khusus untuk menyegarkan suasana dan menghindari kejenuhan.

Mereview Kembali Bidang Usaha

Belajar tiada henti. Sepertinya itulah yang harus aku dan suami lakukan. Dan memang sudah digariskan Allah bahwa pembelajaran itu akan berlangsung sepanjang hidup, dari buaian hingga ling lahat. Minal mahdi ilal lahdi.  Dan menikmati proses belajar itu, sepahit apapun, akan lebih menyenangkan daripada terus merutuki kegagalan demi kegagalan.  Alhamdulillah Allah telah membuka cakrawala suamiku, dan aku tentunya, agar memandang luas ke depan, ke samping kanan dan kiri. Lalu kutemukan sarana belajar. Di sana kami bertemu dengan teman-teman yang sama-sama mau belajar. Belajar bisnis atau usaha ini memang enggak cuman teori. Dikasih pelajaran sebaik apapun, kalau enggak dipraktikkan ya sama saja bohong. No besar, alias nggak ngefek. Cuma sebatas pengetahuan saja. Padahal usaha itu soal ikhtiar, bagaimana menjalankan langkah-langkah taktis/strategis yang sudah diberikan mentor atau coach. Banyak materi yang kami terima selama mengikuti kelas GENPRO. Sebagai angkatan pertama, kami b...

Mengubah dari Dalam

Mengapa orang sulit berubah? Keadaan, kondisi lingkungan, dan keluarga adakalanya menuntut seseorang untuk berubah. Seorang istri dituntut lebih bertanggung jawab pada rumahnya. Dan sumi lebih bertanggung jawab atas keluarga, ya nafkah, ya pendidikan keluarga. Seorang pemimpin menuntut bawahannya mengikuti apa yang dia tetapkan. Barangkali ia juga telah mendapat tugas dan target tertentu dari perusahaan, kemudian dia breakdown dan trrjemahkan dalam tugas-tugas teknis untuk bidang di bawah tanggung jawabnya. Tetapi mengharapkan orang berubah sesuai keinginan kita, itu tidak semudah membalik telapak tangan, bung. Beberapa waktu lalu saya bergabung dengan sebuah channel belajar di telegram. Di sana saya belajar tentang bagaimana konsep rezeki dalam bahasa yang mudah dimengerti. Sebagian analoginya sangat logis, tanpa meninggalkan keyakinan bahwa rezeki datang dari Allah swt. Justru materi pembelajaran di channel tersebut menuntun untuk makin berserah diri dan berbuat kebaikan yang akan me...